Anda di sini


GANGGUAN PENGLIHATAN

SAAT BERKENDARA MALAM HARI

Berkendara pada malam hari tidak bisa disamakan dengan siang hari. Cahaya yang menurun membuat pandangan terganggu. Pandangan menjadi kurang tajam. Alhasil, gangguan penglihatan saat berkendara malam hari kerap terjadi.

Situasi ini berdampak buruk. Tingkat kecelakaan kendaraan cenderung meningkat pada malam hari. Consumer Reports menyatakan bahwa 70 persen kasus kendaraan menabrak pejalan kaki terjadi saat matahari sudah terbenam.

Sebenarnya sudah ada upaya untuk membuat berkendara pada malam hari lebih aman. Lampu penerangan dan tanda jalan yang berpendar pada malam hari telah dipasang. Tetapi, tidak disangka, hal tersebut malah sering memperburuk gangguan penglihatan.

Cahaya yang memantul dari jalan justru menyilaukan. Riset Social Media Listening on Crizal and Coatings menemukan bahwa 85 persen orang mengalami rasa silau pada malam hari. Belum lagi, sinar lampu mobil yang terlalu terang dari arah berlawanan. Ini dapat membuat pandangan terasa hilang sesaat.

Gangguan tersebut kerap dialami oleh kaum lanjut usia. Seiring penambahan umur, penurunan berbagai kemampuan tubuh termasuk mata dialami. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap penglihatan pada malam hari.

Sebagai contoh, sejalan dengan usia, ukuran pupil mengecil. Ini berakibat sinar yang mencapai retina semakin sedikit. Tidak aneh, penglihatan pada malam hari bisa terganggu.

Belum lagi fakta bahwa cahaya di jalanan pada malam hari sering berubah dengan drastis. Terkadang terang sekali, namun tiba-tiba bisa kembali gelap. Kondisi tersebut membuat mata kaum lanjut usia yang sudah menurun semakin terganggu. Sebab, mata tidak bisa lagi merespons perubahan cahaya dengan cepat.

Mata kemudian masih dipersulit dengan sinar redup yang membuat kemampuan dalam mendeteksi objek menurun. Tidak heran, pandangan juga kerap kabur pada malam hari. Akibatnya, kaum lanjut usia memang menjadi pihak yang riskan saat berkendara pada malam hari. 

Namun, bukan berarti orang muda tidak punya risiko serupa. Ini dibuktikan oleh riset yang dilakukan oleh Optometry and Vision Science. Mereka meneliti kualitas penglihatan 43 orang dalam rentang usia 14 tahun hingga 34 tahun. Caranya ialah dengan melakukan tes pada siang dan malam hari.

Hasil yang diperoleh ternyata mencengangkan. Banyak dari mereka yang memiliki penglihatan sempurna pada siang hari, turun drastis pada malam hari. Pandangannya tidak lagi tajam.

Kondisi tersebut bisa dialami oleh siapa saja. Namun, situasi bisa memburuk saat gangguan mata seperti katarak, glaukoma, serta degenerasi makula dimiliki. Semakin tinggilah problem penglihatan yang dirasakan ketika berkendara pada malam hari.

Untuk mengatasinya, pengendara bisa memanfaatkan lensa kacamata khusus berkendara seperti lensa Crizal Drive dari Essilor. Lensanya dirancang untuk membantu kenyamanan dalam berkendara sepanjang hari, baik siang terlebih pada malam hari.

Secara khusus, lensa Crizal Drive sangat membantu mengurangi gangguan penglihatan dari pantulan cahaya ketika berkendara pada malam hari, sehingga ketajaman penglihatan malam lebih optimal. Berdasarkan riset In-Life Wearers Test, lensa Crizal Drive mengurangi refleksi pada malam hari hingga 90%  dibandingkan dengan lensa biasa. Ini bisa meminimalkan pantulan berbahaya dari cahaya sekitar, sehingga pengendara aman berkendara dalam cahaya redup.

Selain itu, lensa Crizal Drive tetap bermanfaat pada siang hari. Memakainya bakal membuat penglihatan tajam dan jelas sepanjang hari. Hal tersebut masih ditambah dengan kelebihan lain mulai dari anti sinar pantul, anti noda, tahan gores, anti debu, dan anti air. Ini membuat lensa Crizal Drive menjadi pilihan yang tepat bagi siapa saja yang ingin berkendara dengan aman.

 

TEMUKAN SEORANG AHLI
PERAWATAN MATA

Hubungi optician atau optometrist terdekat Anda.